NGABUNGBANG
di
Malam Bulan Purnama
ADEGAN 1
Diawali dengan bunyi kentongan bersahut-sahutan dari berbagai arah yang dipukul oleh para pemuda, setelah berkumpul pada tempat tertentu lalu mereka berkeliling sambil menabuh kentongan dengan ritme sesuai gerak dan lagu yang dibawakan.
GENDING RONDA MALAM
PARA PEMUDA |
: Tanghi….Tanghi……. Tanghi….Tanghi……. Kita wajib meronda Karena tugas bersama Siskamling Siskamling Warga wajib Siskamling Tanghi….Tanghi…. Tanghi…. Tanghi…. |
GENDING RONDA MALAM
Sambil memukul kentongan berpindah tempat, sekali-kali ikut duduk dengan penonton lalu kembali bernyanyi.
PARA PEMUDA |
: Tanghi…. Tanghi… Tanghi…. Tanghi… Bisi seuneu can pareum Kade tong waka peureum Bisi budak can sare Kade tong waka kerek Tanghi….Tanghi…. Tanghi….Tanghi….
|
GENDING
Para Pemuda pergi meninggalkan tempat.
ADEGAN 2
Di arah lain para Pemudi bersiap akan pergi “NGABUNGBANG”.
PARA PEMUDI |
: Terang bulan purnama Hati kita gembira Cahya sinar purnama Indah alam semesta Mari mari gembira sama-sama Seuyang seuyang duh seuyang, Yu Ngabungbang
Ngadon mandi di landeuh Kade aya beubeureuh Ngadon ngintip cunihin Teu uyahan bulasin Mari mari segera, siap-siap Seuyang-seuyang duh seuyang, Yu Ngabungbang |
ADEGAN 3
Para Pemuda bertemu dengan para Pemudi terjadi dialog diantara mereka.
PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDA
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI |
: Wahai gadis, jangan suka pergi malam : Sok usil : Angin malam kata nenek berbahaya : Tak apa : Angin malam masuk perut Perut buncit bukan kembung : Bajingan
: Ka pameget henteu kenging bujang bajing : Paduli : Margi bajing sok bajingan kana pipi : Teu risi : Kita punya jenis bajing disimpannya dekat pundak : Ngga takut
: Tak kusangka adinda sangat berani : ………….. : Hamba lelah berkelana mencari cinta : …………. : Duh dinda pujaan kanda Mari kita bercengkrama : Merayu |
ADEGAN 4
GENDING
Para Pemuda berunding mencari siasat untuk mencoba mendekati Para Pemudi. Lalu salah seorang diantara mereka mendekati dengan sopan santun.
ANGGANA PEMUDA
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
|
: Mohon maaf …sayang.. hamba mengganggu Kami datang punya maksud Jauh dimata dekat dihati : Salam dan sayang teriring cinta
: Yey..yey..yey…yey..sebentar Kami tidak suka Bukan begitu caranya Sopan santun adat Sunda
: Aduh..aduh..aduh..aduh Jangan dulu marah Lihat gaya dan penampilan Pemuda jaman sekarang Ingin kenal titip salam
: Yey..yey..yey..Tak Mungkin Tak perlu melanggar Meski jaman telah berganti Tak perlu ikut yang mimpi
: Bukan mimpi…nyai…tapi modern Perubahan keadaan Yang tidak ikut, pasti tertinggal Disebut orang yang kuper
: Ingin disebut modern Meniru yang tidak perlu Ikut kemajuan jaman Tapi lupa harga diri
Aduh nyai lima ketip tilu baru Beda dengan lima ribu
: Berilah contoh yang bagus Jangan suka sembarangan Jatidiri dilupakan Budaya luar diagungkan
: Aduh nyai bukan kanda lupa diri Tapi ikut reformasi
: Maunya : Terserah : Teruskan : Terserah : Belum cukup : Terserah : Ko ! diam : Payah
: Lelaki gampang menyerah Cepat sekali mengalah Tampang seperti yang gagah Kenyataan malah payah |
ADEGAN 5
GENDING
Merasa dilecehkan para pemuda mulai bertingkah dan agak sedikit marah.
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
|
: Jangan banyak cakap Nih punya kabisa Soal apa saja Engga usah ngecer
Macam macam ilmu Neneng boleh coba Tidak usah takut Akang orang kuat
Mau tenaga lahir Mau tenaga batin Ini nih jagonya Coba maunya apa
Orang yang memang jago Tidak seperti beo Bicara sembarang gampang Seperti setengah gila Tapi engga apalah Kita ingin mencoba Siapa tahu memang bener jagoan Kita tidak penasaran |
ADEGAN 6
PARA PEMUDA BERGEMBIRA KARENA MENDAPAT TANGGAPAN, LALU BERLAGA DENGAN GAYANYA MASING-MASING
PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA
PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA
PARA PEMUDI PARA PEMUDA PARA PEMUDI PARA PEMUDA |
: Ntar dulu : Ada apa : Ada perlu : Perlu apa : Ingin tahu : Tahu apanya : Tahu otaknya : Iyy takut dibelah
: Bukan begitu : Oh bagaimana : Kesini dulu : Senang sekali : Kita mulai : Saya menanti : Coba lakukan : Patuh disiplin
: Cobalah bermain silat Silatnya silat Cimande : Alah ..alah Cuma main silat Jurus ini tarik itu Nyai pasti jatuh hati
: Wan Tu Sri Por…Hwek fuh ……………………………. It Ni San Si…….Hwek Fuh Sing kafelet…hwek puuuh Masih asih ka awaking Awaking nu beuki daging Masing nyaah kana raga Nya raga nu beuki kuya… Hamyhgjgdhtrukjyeht……..
: Sekarang berdemontrasi Saling pukul berkelahi
Alah..alah..cuma berkelahi Pukul sana..pukul sini… Ini Rambo jago yudo ……………………………………………… : Berkelahi bisa mati Kami mah tidak setuju
: Untuk sama setujuan Kita menari bersamaan
: Ah malu belum bisa : Akang pasti membimbing : Tangannya jangan jahil : Karena akang menggigil
: Bolehlah coba-coba Itu tandanya suka : Jangan sok bikin malu : Kita sama-sama tahu
|
ADEGAN 7
Para Pemuda menari sedangkan para pemudi hanya melihat saja. Karena diam saja lalu para pemuda memaksanya.
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
PARA PEMUDA
PARA PEMUDI
|
: Ayolah, ayolah.. Mari kita mulai : Sabar dong bang Nanti saya ikuti
: Ayolah,.ayolah Mari kita lakukan : Baiklah baiklah : Jangan sok malu kucing |
ADEGAN 8
Pada mulanya tarian para pemudi biasa..saja.. tapi lama kelamaan semakin bergairah..
Dan dari arah lain datang penari lain….ikut menari…..
Para pemuda menjadi penonton dan ikut merespon tarian……….
TARI KEMBANG BOLED
TARI BERSAMA
…..selesai…..
Bandung, 24 Pebruari 1999
Mega 74