Make your own free website on Tripod.com

 

KESENIAN HIBURAN

TUNTUTAN MASYARAKAT YANG MEMERLUKAN HIBURAN, SEBAGAI PELEPAS LELAH SETELAH MEREKA SELESAI MENJALANKAN TUGASNYA, MERUPAKAN SUATU PROSES UNTUK MEWUJUDKAN JENIS-JENIS KESENIAN SEBAGAI PENAMBAH KEKAYAAN KHASANAH KESENIAN DI JAWA BARAT.

 

OGEL

Banyak yang berpendapat bahwa asal dari kata ugal-igel, gual-geol, yaitu gerakan-gerakan anggota badan yang lucu, agar penonton menjadi gembira, penuh gelak tawa. Perkiraan ini bertitik tolak dari cara pementasan tradisi lokasi.

Instrumen yang digunakannya adalah:

- 4 buah Dog-Dog: Tilingtit (dogdog terkecil), Panempas (dogdog kecil), Jongjrong (dogdog besar), Bangbrang (dogdog terbesar), berfungsi sebagi melodi ritmik dan metrik

- Satu buah Tarompet

- Angklung sebagai acompagnement

Pukulan dari keempat dogdog membentuk motif-motif sebagai berikut:

NGALEUNGGEUH: motif pukulan sebagai isyarat bahwa pertunjukan akan segera dimulai

NGARAJAH: mengiringi

LONTANG

 

Sandiwara rakyat sederhana dengan arena berpindah-pindah tempat (berkeliling). Wilayah arena dibatasi oleh lingkaran. Di tengah-tengah lingkaran terdapat sebuah lampu oncor (obor), pada sebuah tiang bambu sebagai alat penerang sederhana. Cerita yang dibawakan adalah ceritra-ceritera rakyat bentuk humor.

Instrumen yang digunakan: Sebuah kendang dan 2 buah kulanter, Rebab, Dua buah Saron, Ketuk, Kempul dan Goong.

Perkembangan dari Lontang adalah LONGSER, dimana iringan menggunakan gamelan yang sedikit lengkap seperti adanya waditra Bonang dan Demung serta adanya Juru Kawih. Sejenis Longser ini di daerah Jakarta dan sekitarnya ada jenis kesenian LENONG. Perbedaanya terletak pada penggunaan bahasa dan dialeknya, serta tatabusana, serta ada waditra TEHIAN, sejenis Rebab

BANYET

 

Semacam Longser di Cikampek dan Karawang, yang menggunakan waditra iringan: Tehian, Kendang dan Kulanter, Keromong/Ketuk, Kecrek.

Lagu-lagu yang dipergelarkan antara lain:

- Tatalu mempergunakan bentuk lagu Arang arang, Sulanjana.

-Gonjingan

- Topengan memakai lagu Lambang Sari

- Rewel mempergunakan lagu Rewel

- Keluar Topeng dengan lagu Gandes, Enjot-enjotan, Persi, Balo-balo, Oncom Lele

- Tari-tarian dengan bentuk lagu Sawilet.

- Lakon mempergunakan lagu-lagu Sawilet

- Ngajantuk dengan lagu-lagu sawilet

lagu pembukaaan/Kidung sebagai kata pengantar dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selamat dalam menjalankan tugas.

KEMPRINGAN: mengiringi sekar

DENGDENGTUNG: Motif pukulan untuk mengiringi gerak dan langkah-langkah sebagai berikut: Dua langkah maju, selangkah mundur, mempunyai maksud bahwa setiap pekerjaan harus mencontoh kepada pengalaman yang lalu, merencanakan proses yang akan datang agar hasil baik kwalitas maupun kwantitas merupakan kelipatan dari yang telah dikerjakan.

TABEUH JALAN: Pengiring di mana para pemain sedang berjalan atau berkeliling.

TABEUH SALIWAT: Motif pukulan perlihan menuju atraksi-atraksi humor/bobodoran

NGABENDRONG: motif pukulan bubaran, memberi isyarat bahwa pertunjukan telah selesai.

Perkembangan selanjutnya dari Ogel adalah REOG, yaitu dengan adanya waditra tambahan seperti: dua buah saron barung sebagai rangka lagu, Rebab sebagai pembawa melodi, Kendang dan kulanter untuk pengatur irama dan pendukung gerak, kempul dan goong untuk pemangku irama/anggeran wiletan dalam menjaga agar tempo ajeg.